autosentris
autocentric
Ringkasan Singkat
Karakteristik atau kecenderungan mental yang berpusat pada diri sendiri atau berada di dalam diri individu.
Autosentris (autocentric) menggambarkan suatu keadaan psikologis di mana fokus perhatian, penilaian, atau pengalaman seseorang sepenuhnya berpusat pada diri mereka sendiri. Dalam psikologi perkembangan, istilah ini sering dikaitkan dengan tahapan di mana seorang individu belum mampu melihat perspektif di luar kebutuhan atau persepsi internal mereka. Hal ini berbeda dengan alosentris, yang lebih berorientasi pada orang lain atau lingkungan luar.
Istilah ini juga digunakan untuk merujuk pada proses sensorik yang dirasakan di dalam tubuh atau dekat dengan tubuh, kontras dengan persepsi ekstensosentris yang diarahkan pada objek-objek di dunia luar. Dalam konteks kepribadian, sifat autosentris yang berlebihan bisa menjadi indikator dari narsisme atau kesulitan dalam empati sosial, di mana dunia luar hanya dimaknai berdasarkan relevansinya terhadap kepentingan diri individu tersebut.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Schachtel, E. G. (1959). Metamorphosis: On the Development of Affect, Perception, Attention, and Memory. Basic Books.
- APA Dictionary of Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.